June 5, 2020

Apa pengertian cloud computing?

Cloud Computing

Apa pengertian cloud computing? mungkin saja kamu sedang mencari hal tersebut sebagai tugas kuliah dari dosen untuk membuat sebuah artikel mengenai teknologi cloud computing. Karena semakin ke sini, banyak pengguna telah menggunakan teknologi ini untuk kepentingan hosting situs webnya.

Cloud computing merupakan pemanfaatan layanan teknologi informasi melalui jaringan internet oleh penggunanya. Kata “Cloud” ini merujuk kepada simbol awan yang di dunia Teknologi Informasi digunakan untuk mengilustrasikan jaringan internet.

Pada akhir 2007, cloud computing baru muncul di mana teknologi ini digunakan untuk memindahkan layanan simpanan berkas dan data sehari-hari ke Internet, bukan lagi disimpan pada komputer lokal.

Cloud computing menjadi tren baru pada bidang komputasi terdistribusi di mana berbagai pihak dapat mengembangkan perangkat lunak ini dengan layanan integrasi berbasis SOA (Service Oriented Architecture) pada jaringan internet.

Ada banyak manfaat yang bisa kamu ambil dari cloud computing, yaitu :

  1. Skalabilitas, yaitu cloud computing bisa menambah kapasitas penyimpanan data tanpa harus membeli peralatan tambahan. Misalnya hardisk dll. Kamu cukup menambah kapasitas yang disediakan oleh penyedia layanan cloud computing.
  2. Aksesibilitas, yaitu memungkinkan mengakses data kapanpun dan dimanapun kamu berada, asal kamu terkoneksi dengan internet, sehingga memudahkan kamu mengakses data di saat yang penting.
  3. Keamanan, yaitu data terjamin keamanannya oleh penyedia layanan cloud computing, sehingga bagi perusahaan yang berbasis IT, data bisa disimpan secara aman di penyedia cloud computing. Hal tersebut juga mengurangi pembiayaan dalam pengamanan data perusahaan.
  4. Kreasi, yaitu para user bisa melakukan/mengembangkan kreasi atau project mereka tanpa harus mengirimkan project mereka secara langsung ke perusahaan, tapi user bisa mengirimkannya lewat penyedia layanan cloud computing.
  5. Kecemasan, ketika terjadi bencana alam data tersimpan aman di cloud meskipun hardisk atau gadget kamu rusak.

Sebagai contoh, beberapa aplikasi yang menggunakan teknologi cloud computing adalah sebagai berikut:

Dropbox

Aplikasi ini dapat berjalan di komputer dan mobile. Sangat mudah digunakan, setelah registrasi di situsnya, kamu hanya perlu melakukan instalasi di perangkat deskstop dan mobile. Setelah itu kamu hanya perlu menyalin semua file-file kamu ke folder Dropbox dan akan otomatis tersinkronisasi dengan mobile kamu. Layanan ini gratis untuk 2GB.

Google Drive

Jika kamu memiliki Google Account maka kamu dapat menikmati layanan ini secara langsung. Cukup dengan melakukan instalasi aplikasinya maka perangkat komputer, mobile dan account Google kami akan tersinkronisasi. Aplikasi ini sangat cocok bagi kamu pengguna mobile yang berbasis Android. Kamu dapat menikmasi layanan ini secara gratis untuk 5GB.

Microsoft Skydrive

Aplikasi ini dibuat oleh Microsoft, cara kerjanya sama dengan Dropbox dan Google Drive. Namun Skydrive ini memberikan manfaat untuk bisa membaca dokumen file Microsoft Office. Kamu secara online dan dapat melakukan perubahan menggunakan Office Online. Layanan ini secara gratis untuk 7GB.

Meskipun ketiganya merupakan contoh cloud computing, tentunya terdapat perbedaan di antara ketiga aplikasi tersebut. Berikut merupakan perbedaannya:

Storage Space and File Sizes

Pada kategori ini, SkyDrive masih lebih baik dari pada DropBox dan Google Drive untuk free user. DropBox menyediakan ruang kapasitas 2GB (bisa ditambah dengan cara referral), Google Drive menyediakan 5GB. Sedangkan SkyDrive menyediakan kapasitas sebesar 7GB. Batasan untuk upload file melalui web browser untuk aplikasi SkyDrive dan DropBox adalah sebesar 300MB, sedangkan untuk G-Drive adalah sebesar 10GB. Akan tetapi file sebesar 10GB hanya bisa di-upload oleh premium user, sebab perlu upgrade untuk memperoleh kapasitas lebih dari 5GB.

Additional Storage and Prices

Jika kapasitas yang didapatkan secara gratis dirasa masih kurang mencukupi kebutuhan, maka dapat dilakukan penambahan kapasitas dengan biaya yang sudah ditetapkan. Dari segi harga penambahan kapasitas, aplikasi SkyDrive masih yang terbaik untuk kategori ini.

Selective Sync

Layanan ini dimanfaatkan untuk pengaturan jenis file apa saja yang akan disinkronsasi. Ini adalah kelemahan dari SkyDrive. Jika G-Drive dan DiroBox memiliki fasilitas ini, sedangkan aplikasi SkyDrive tidak memiliki fasilitas ini. Sehingga semua file yang ada disinkronisasi ke seluruh devices. Hal ini bisa menghabiskan bandwith yang dimiliki.

File Search

Poin ini merupakan keunggulan dari Google Drive. Dengan G-Drive, pencarian bisa dilakukan dengan kata kunci dan filter berdasarkan pada tipe file, pemilik, dsb. G-Drive juga bisa mengenali teks yang ada di dalam dokumen dengan memanfatkan teknologi Optical Character Recognition (OCR).

Kamu dapat mencari artikel yang sebenarnya berdasarkan pada kata-kata yang ada di dalam gambar dari artikel yang kamu unggah. Meskipun kalah dari G-Drive, aplikasi SkyDrive masih bisa dimanfaatkan untuk mencari teks pada suatu file dokumen. Poin ini merupakan kekurangan dari aplikasi DropBox, karena DropBox hanya bisa dimanfaatkan untuk mencari berdasarkan nama file saja.

Security

Google Drive memberikan dua langkah perlindungan sebagai upaya perlindungan ekstra. Jika seseorang berhasil mendapatkan username dan password kita, maka dia tidak akan bisa mengakses file-file milik kita. Fitur ini tidak dipunyai oleh aplikasi DropBox dan SkyDrive.

Jurnal Cloud Computing

Jurnal cloud computing, seyogyanya kamu bisa menemukannya di Google Cendikia. Lima jurnal tentang cloud computing Indonesia, sebagai berikut:

  1. Pemodelan Arsitektur Teknologi Informasi Berbasis Cloud Computing Untuk Institusi Perguruan Tinggi Di Indonesia. Penulis Achmad Solichin, Zainal A. Hasibuan, Prosidding IT Vol 2, No 1 (2012), Udinus – Semarang.
  2. Strategi Adopsi Teknologi Informasi Berbasis Cloud Computinguntuk Usaha Kecil Dan Menengah Di Indonesia. Penulis Adiska Fardani, Kridanto Surendro, Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2011 (SNATI 2011), Institut Teknologi Bandung (ITB).
  3. Konsep Perlindungan Hukum Atas Privasi Dan Data Pribadi Dikaitkan Dengan Penggunaan Cloud Computing Di Indonesia. Penulis Sinta Dewi, Yustisia Edisi 94 – 2016, Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran.
  4. Prototype cloud computing for e-government in Indonesia. Penulis Taqwa Hariguna, International Journal of Engineering & Technology IJET-IJENS Vol: 11 No: 06, STMIK AMIKOM Purwokerto, Indonesia.
  5. Improving Services Through Adoption Of Cloud Computing At Pt Xyz In Indonesia. Penulis Bachtiar H. Simamora, M.SC., PH.D., Julirzal Sarmedy, S.Kom. Journal of Theoretical and Applied Information Technology 2015. Vol.73 No.3, Performance Excellence Research Interest Group Leader, Bina Nusantara University.
  6. Analisis Sistem Penyimpanan Data Menggunakan Sistem Cloud Computing Studi Kasus SMK N 2 Karanganyar. Penulis Tina Fajrin, Vol 1 – No 1, 2012, IJNS.
  7. Membangun Sistem Cloud Computing Dengan Implementasi Load Balancing dan Pengujian Algoritma Penjadwalan Linux Virtual Server Pada FTP Server. Penulis Yoppi Lisyadi Oktavianus, Vol 2-No 1, 2013, Universitas Andalas – Padang.
  8. Perpustakaan berbasis cloud computing. Penulis Wulansari Putri, Repository, 2015, Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *